Buruh Perempuan Dari Produksi Sampai Reproduksi

Jakarta,15/3/2021,Perjuangan Buruh perempuan: dari produksi sampai reproduksi. Menurut Rusmita Pengurus PP KASBI .Di pabrik- pabrik, buruh perempuan dipaksa untuk melayani bahkan sampai memuaskan majikannya dalam memproduksi barang, tak sedikit mereka ( buruh perempuan ) kena hardik, bentakan dan bahkan cacian ketika pekerjaan numpuk atau target tidak tercapai.Sementara, tujuan bekerja di pabrik adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya adalah ilusi belaka. Terbukti mereka ( buruh perempuan ) banyak yang terjebak dalam utang piutang bahkan sampai terjerat.Namun keadaan tersebut tidaklah membuat mereka ( perempuan ) secara umum menjadi insyaf, sehingga berani melawan dan menuntut ke perusahaan baik kondisi kerja ataupun kesejahteraannya.Mayoritas buruh perempuan belum bisa terlepas dari doktrin dan dogma yang selama ini digaungkan oleh simtem yan patriarki, hal inilah yang membuat para pengusaha terus mengeksploitasi perempuan.Disisi lain, buruh perempuan dipaksa untuk melahirkan generasi baru, dalam prosesnya banyak buruh perempuan dalam mengandung, melahirkan dan membesarkan anaknya dengan asupan gizi yang pas-pasan.Dengan kondisi tersebut diatas, kepemimpinan perempuan dalam serikat buruh sangatlah penting untuk mengupayakan kesejahteraan lebih baik.(rusmita)