PUK FSPIP-KBBI PT Hwaseung Indonesia Kab.Jepara Salurkan 11.400 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Banyuputih

BANYUPUTIH, 25 Oktober 2026 — Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPIP-KBBI PT Hwaseung Indonesia menyalurkan bantuan air bersih sebanyak tiga tangki kepada masyarakat di tiga Rukun Warga (RW) di Desa Banyuputih, pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat cuaca panas berkepanjangan yang menyebabkan sumur-sumur warga mengering.
Bantuan yang disalurkan tersebut berjumlah total 11.400 liter air bersih, dengan setiap tangki berisi 3.800 liter. Air bersih didistribusikan kepada masyarakat di tiga RW yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk keperluan rumah tangga.
Kondisi cuaca panas yang berlangsung dalam waktu cukup lama telah berdampak pada ketersediaan air bersih di lingkungan masyarakat. Sejumlah sumur warga mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan dasar. Situasi tersebut mendorong perlunya bantuan air bersih guna meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Kehadiran bantuan dari PUK FSPIP-KBBI PT Hwaseung Indonesia disambut positif oleh masyarakat. Warga merasa sangat terbantu karena pasokan air bersih tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah terbatasnya sumber air. Bantuan ini juga menjadi bentuk kepedulian sosial organisasi pekerja terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitar lingkungan mereka.
Masyarakat berharap kegiatan penyaluran air bersih dapat kembali dilaksanakan pada bulan berikutnya apabila kondisi kekeringan masih berlangsung. Harapan tersebut muncul karena ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, terutama ketika sumber air warga belum kembali normal.
Melalui kegiatan ini, PUK FSPIP-KBBI PT Hwaseung Indonesia menunjukkan bahwa peran serikat pekerja tidak hanya berkaitan dengan perjuangan hak dan kesejahteraan buruh di lingkungan perusahaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi kemanusiaan dan kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan sosial tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas serta hubungan baik antara organisasi pekerja dan masyarakat.
Penyaluran bantuan air bersih ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial di tengah tantangan kekeringan. Ke depan, keberlanjutan kegiatan serupa diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan bersama.(ddk/krm)