FSPIP GELAR PELATIHAN JURNALISTIK UNTUK PERKUAT KOMUNIKASI PEKERJA

JAWA TENGAH – Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) menggelar pelatihan jurnalistik selama dua hari, pada 15–16 Oktober 2026, bertempat di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPIP Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus Media dan Propaganda Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FSPIP se-Jawa Tengah serta Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPIP se-Jawa Tengah.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Nur Hamit, A.Md., dan Endar Wiharjo, S.Pd., yang memberikan materi terkait jurnalistik dan penguatan komunikasi organisasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FSPIP untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pemberitaan, publikasi, dan penyampaian aspirasi kaum pekerja.
Kehadiran jajaran pengurus Media dan Propaganda DPC serta PUK FSPIP dari berbagai wilayah di Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat koordinasi komunikasi antarorganisasi sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi dan menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Dalam dunia gerakan serikat pekerja, media memiliki peran strategis sebagai sarana penyampaian informasi, dokumentasi kegiatan organisasi, serta penyuarakan aspirasi dan perjuangan pekerja. Oleh karena itu, kemampuan jurnalistik menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki para pengurus serikat pekerja.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu memahami dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik menggali informasi, menyusun berita, menentukan sudut pandang pemberitaan, hingga menerapkan unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how) dalam penulisan berita.
Penerapan kaidah jurnalistik tersebut diperlukan agar setiap informasi yang disampaikan kepada publik memiliki kejelasan, akurasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, media organisasi tidak hanya menjadi sarana publikasi kegiatan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai saluran komunikasi yang efektif antara pengurus, anggota, dan masyarakat luas.
Pelatihan selama dua hari ini juga diharapkan mampu mendorong pengurus Media dan Propaganda di tingkat DPC maupun PUK untuk lebih aktif mendokumentasikan kegiatan, mengembangkan publikasi organisasi, serta menyampaikan informasi mengenai kondisi dan persoalan pekerja secara profesional.
Melalui kegiatan ini, FSPIP menegaskan pentingnya penguatan kapasitas komunikasi dan jurnalistik sebagai bagian dari pengembangan organisasi. Dengan sumber daya media yang semakin kompeten, diharapkan penyampaian aspirasi pekerja dapat dilakukan secara lebih terstruktur, luas, dan tepat sasaran.
Pelatihan jurnalistik tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun komunikasi organisasi yang solid serta memperkuat peran media dan propaganda dalam mendukung perjuangan kaum pekerja di Jawa Tengah. (mff/krm)