Konfederasi Barisan Buruh Indonesia KBBI Kecam Arogansi Polisi yang membubarkan massa sampai terjadi Pelindasan terhadap seorang driver OJOL

PERNYATAAN SIKAP
KONFEDERASI BARISAN BURUH INDONESIA
Mengecam Tindakan Aparat Kepolisian terhadap Pengemudi Ojek Online
Kami, sebagai pihak yang peduli terhadap keadilan dan penghormatan hak asasi manusia, dengan tegas mengecam tindakan brutal aparat kepolisian, khususnya oknum Brimob, yang menyebabkan kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, pada 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Insiden tragis ini, di mana Affan Kurniawan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob, merupakan bentuk kekerasan negara yang tidak dapat dibenarkan dan mencerminkan pelanggaran berat terhadap hak hidup serta kebebasan menyampaikan pendapat.
Kejadian ini terjadi di tengah demonstrasi buruh, mahasiswa, dan komunitas pekerja, termasuk pengemudi ojek online, yang sedang memperjuangkan hak-hak mereka secara damai di depan Gedung DPR. Demonstrasi adalah hak konstitusional yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan instrumen HAM internasional.
Bukti visual yang viral menunjukkan rantis Brimob melaju tanpa menghiraukan teriakan massa yang memperingatkan adanya korban di bawah kendaraan, menunjukkan kelalaian dan tindakan represif yang tidak manusiawi. Kematian Affan Kurniawan bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga luka mendalam bagi komunitas ojek online dan masyarakat Indonesia yang mengharapkan keadilan.
Kami mengutuk tindakan oknum Brimob yang menyebabkan hilangnya nyawa Affan Kurniawan. Penggunaan rantis dalam situasi demonstrasi tanpa pengendalian yang memadai adalah tindakan yang melanggar prinsip proporsionalitas dan kemanusiaan.
Tuntutan Penyelidikan Transparan: Kami mendesak Komnas HAM, Divisi Propam Polri, dan pihak berwenang lainnya untuk melakukan investigasi menyeluruh, independen, dan transparan. Tujuh oknum Brimob yang terlibat harus diproses secara hukum dengan tegas, tanpa pandang bulu, untuk memastikan keadilan bagi korban.
Reformasi Pengamanan Demonstrasi: Kami menuntut reformasi menyeluruh dalam prosedur pengamanan demonstrasi oleh aparat kepolisian, termasuk pelatihan berbasis HAM, larangan penggunaan alat berat seperti rantis dalam situasi pengendalian massa, dan pengawasan ketat terhadap tindakan aparat di lapangan.
Dukungan untuk Komunitas Ojek Online: Kami menyatakan solidaritas dengan komunitas ojek online dan keluarga Affan Kurniawan. Kami mendukung tuntutan mereka untuk keadilan dan kompensasi yang layak atas kehilangan yang mereka alami.
Peringatan terhadap Pola Kekerasan: Kami menyoroti pola berulang kekerasan aparat dalam menangani demonstrasi, sebagaimana terlihat dalam kasus seperti Tragedi Kanjuruhan. Negara harus bertanggung jawab untuk menghentikan siklus kekerasan ini.
Kami pun menuntut kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus memastikan penegakan hukum yang adil terhadap pelaku dan memberikan jaminan bahwa tindakan serupa tidak akan terulang. Pemerintah harus meminta maaf secara resmi kepada keluarga korban dan masyarakat, disertai langkah konkret untuk mencegah kekerasan aparat di masa depan. DPR RI diharapkan mengawasi kasus ini dan mendorong legislasi yang memperkuat perlindungan HAM dalam penyampaian pendapat di muka umum.
Komnas HAM diminta segera merampungkan investigasi dan mempublikasikan hasilnya secara transparan, lengkap dengan rekomendasi untuk penegakan hukum dan reformasi sistemik.
Penutup
Kematian Affan Kurniawan adalah pengingat pahit bahwa negara harus melindungi, bukan merenggut, nyawa rakyatnya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas ojek online, buruh, mahasiswa, dan pegiat HAM, untuk bersatu menuntut keadilan dan mendorong perubahan sistemik. Tragedi ini tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa akuntabilitas. Keadilan untuk Affan Kurniawan adalah keadilan untuk kita
Demikian pernyataan sikap Konfederasi Barisan Buruh Indonesia ini disampaikan,