Cabut Status Tersangka untuk 9 Aktivis yang di tangkap pada 3 Mei 2021 Dalam aksi Hardiknas

Kamis, (13/5) 2021,
Hari Raya Lebaran dan Kriminalisasi Aktifis KASBI!
Semua pejabat hingga aparat di negeri ini berdoa di Hari Raya Idul Fitri 1442 H, dan saling memaafkan di antara sesamanya.
Namun tidak bagi rakyat. Sekjen KASBI Bung Sunarno Unang Sunarno yang bersolidaritas dan menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat di manapun, tak terkecuali pada tanggal 3 Mei 2021, di depan kantor Kemendiknas RI bersama kawan mahasiswa justru digelandang dan ditangkap. Macam dagelan tak lucu. Seorang polisi melapor dan kemudian bersama kedelapan lainnya, diperiksa dan di TSK-kan. Bagai teroris, dan dan kriminal saja.
Padahal mereka hendak membubarkan diri jelang sore itu. Aparat kepolisian brutal main tangkap. Padahal kebanyakan bukan aparat kepolisian berseragam kerja. Malah aparat kepolisian berkaus tuliskan POLISI. Main tangkap. Main periksa dan jadikan tersangka. Hape-nya ditahan sampai kini. Mobil komando yang ditahan dikantor Polda metro jaya juga masih menginap tanpa perawatan.
Kapolda Metro Jaya dan Wakapolda lupa, kalau mobil itu juga banyak sejarahnya. Salah satu telah berhasil menjadikan puluhan ribu bidan desa dan dokter PTT, dokter gigi PTT dari Kementrian Kesehatan RI menjadi pegawai negeri sipil.
Banyak diantaranya istri brimob, polisi, adik/kakaknya anggota Kopasus, istrinya Paspampres, ponakan bupati, dan kerabat penting di lingkungan dan banyak lagi. Sejarah itu tidak akan pernah bisa dihilangkan di Indonesia. Dan alam sanubari seluruh keluarga besar bidan desa FORBIDES Indonesia, di jaman Pak Tito Karnavian.
Ahistoris, alim pejabat, lain pulak konflik kepentingannya. Prilaku menggelinkan di jaman reformasi pemerintahan Jokowi, dan baru saja, Kepala KSP Jendral Moeldoko menyatakan apresiasi terhadap kawan byruh pejuang buruh dan serikat buruh saat Satu Mei 2021. Namun aparatnya di lapangan justru main tangkap, segala ada laporan, dan menjadi Sekjen kami sebagai TSK. Padahal mereka bukan koruptor. Apalagi pemilik rekening gendut macam jendral kepolisian yang pernah menjadi pemberitaan paling heboh tempo hari.
Kapolri Listyo Sigit tentu saja semakin memiliki beban berat bahwa proses demokrasi dinodai dengan peristiwa penangkapan aktifis yang bersuara bahkan sejak jaman sebelum Jokowi menjadi Presiden. Kabareskrim baru-baru ini juga menyatakan, kalau layanan proses penyidikan dan penyelidikan harus tetap menjaga keadaan rakyat yang situasi semakin berat. Dan tidak boleh ada mall administrasi.
Bagaimana ini Pak Kapolri dan Pak Kabareskrim? Sekjen kami malah menjadi korban main tangkap, main periksa dan main dijadikan TSK. Merusak kagak. Melawan petugas? Ini pasal tuduhannya. Yang ada menjaga kawan dan mobil komando KASBI yang dipinjam kawan mahasiswa.
Suasana itu terjadi di bulan Ramdhan, yang tidak semestinya kepolisian kebablasan bertindak berlebihan. Apa 100 hari Bapak Kapolri Jendral Listyo ingin menangkapi rakyat yang berjuang?!
Salam MUDA BERANI MILITAN!
- KBM –
Sekjen WFTU
George Mavrikos menilai, semua aktivis buruh itu telah dianiaya menghadapi dakwaan dan dalih palsu, mereka diancam dengan hukuman satu tahun penjara. @KasbiIndo
@KSPgoid @jokowiKamis, (13/5) 2021, Hari Raya Lebaran dan Kriminalisasi Aktifis KASBI! Semua pejabat hingga aparat di negeri ini berdoa di Hari Raya Idul Fitri 1442 H, dan saling memaafkan di antara sesamanya. Namun tidak bagi rakyat. Sekjen KASBI Bung Sunarno Unang Sunarno yang bersolidaritas dan menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat di manapun, tak terkecuali pada tanggal 3 Mei 2021, di depan kantor Kemendiknas RI bersama kawan mahasiswa justru digelandang dan ditangkap. Macam dagelan tak lucu. Seorang polisi melapor dan kemudian bersama kedelapan lainnya, diperiksa dan di TSK-kan. Bagai teroris, dan dan kriminal saja. Padahal mereka hendak membubarkan diri jelang sore itu. Aparat kepolisian brutal main tangkap. Padahal kebanyakan bukan aparat kepolisian berseragam kerja. Malah aparat kepolisian berkaus tuliskan POLISI. Main tangkap. Main periksa dan jadikan tersangka. Hape-nya ditahan sampai kini. Mobil komando yang ditahan dikantor Polda metro jaya juga masih menginap tanpa perawatan. Kapolda Metro Jaya dan Wakapolda lupa, kalau mobil itu juga banyak sejarahnya. Salah satu telah berhasil menjadikan puluhan ribu bidan desa dan dokter PTT, dokter gigi PTT dari Kementrian Kesehatan RI menjadi pegawai negeri sipil. Banyak diantaranya istri brimob, polisi, adik/kakaknya anggota Kopasus, istrinya Paspampres, ponakan bupati, dan kerabat penting di lingkungan dan banyak lagi. Sejarah itu tidak akan pernah bisa dihilangkan di Indonesia. Dan alam sanubari seluruh keluarga besar bidan desa FORBIDES Indonesia, di jaman Pak Tito Karnavian. Ahistoris, alim pejabat, lain pulak konflik kepentingannya. Prilaku menggelinkan di jaman reformasi pemerintahan Jokowi, dan baru saja, Kepala KSP Jendral Moeldoko menyatakan apresiasi terhadap kawan byruh pejuang buruh dan serikat buruh saat Satu Mei 2021. Namun aparatnya di lapangan justru main tangkap, segala ada laporan, dan menjadi Sekjen kami sebagai TSK. Padahal mereka bukan koruptor. Apalagi pemilik rekening gendut macam jendral kepolisian yang pernah menjadi pemberitaan paling heboh tempo hari. Kapolri Listyo Sigit tentu saja semakin memiliki beban berat bahwa proses demokrasi dinodai dengan peristiwa penangkapan aktifis yang bersuara bahkan sejak jaman sebelum Jokowi menjadi Presiden. Kabareskrim baru-baru ini juga menyatakan, kalau layanan proses penyidikan dan penyelidikan harus tetap menjaga keadaan rakyat yang situasi semakin berat. Dan tidak boleh ada mall administrasi. Bagaimana ini Pak Kapolri dan Pak Kabareskrim? Sekjen kami malah menjadi korban main tangkap, main periksa dan main dijadikan TSK. Merusak kagak. Melawan petugas? Ini pasal tuduhannya. Yang ada menjaga kawan dan mobil komando KASBI yang dipinjam kawan mahasiswa. Suasana itu terjadi di bulan Ramdhan, yang tidak semestinya kepolisian kebablasan bertindak berlebihan. Apa 100 hari Bapak Kapolri Jendral Listyo ingin menangkapi rakyat yang berjuang?!
Salam MUDA BERANI MILITAN! – KBM – *** Sekjen WFTU George Mavrikos menilai, semua aktivis buruh itu telah dianiaya menghadapi dakwaan dan dalih palsu, mereka diancam dengan hukuman satu tahun Penjara. Kami seluruh buruh yang tergabung