FSBM KASBI Loung Marc dari Berau Kaltim menuju Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Jokowi, Dengan tuntutan, Hak Masyarakat Adat Berau yang di Langgar oleh Pengusaha di Berau

Salam, Muda Berani Militan!!
Pagi ini suatu kehormatan bagi FSPIP KASBI Jawa Tengah kedatangan pejuang-pejuang yang mencari keadilan jauh-jauh di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Kawan-kawan yang datang adalah masyarakat adat Dayak Basap yang tanah adatnya dirampas, diserobot oleh PT. Tanjung Buyu Perkasa dengan melakukan aktivitas perkebunan sawit di tanah Ulayat Marjun Dayak Basap.
Beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan PT. Tanjung Buyu Perkasa di antaranya adalah:
- Merusak mangrove yang ada dilahan Ulayat;
- Meninggalkan lubang galian C di lokasi Ulayat Marjun
- Pengrusakan Mata air masyarakat dan memanfaatkan mata air untuk keperluan perusahaan tanpa memberi retribusi terhadap masyarakat Ulayat;
- Menggusur makam leluhur Ulayat Marjun;
- Menumbang pohon Mangris yang tumbuh alami yang menjadi tempat madu yang menjadi mata pencaharian masyarakat Ulayat;
- Menggarap di luar batas HGU yang ditentukan oleh pemerintah;
- Menanam sawit di tanah Ulayat seluas -+ 400 ha, saat berumur 5 tahun tanamannya dibunuh kembali dengan cara diracun dan ditinggalkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban.
Dan masih banyak lagi.
Maka, Kawan-kawan dari Berau melintasi kota/kabupaten, provinsi bahkan antar pulau untuk mendatangi Istana Presiden dan mengadukan persoalan tersebut agar Presiden Jokowi menindak tegas oknum-oknum yang telah merusak tanah adat Marjun masyarakat Dayak Basap di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Ayo kita dukung dan sampaikan solidaritas sesama masyarakat yang tertindas!
Hidup buruh! Hidup masyarakat adat! Hidup kaum yang tertindas!
Panjang Umur Perlawanan!
Salam, Muda Berani Militan!!!